Tampilkan postingan dengan label Very Old Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Very Old Stories. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

Just the love story

        Dara, Tian, dan Luna adalah 3 sahabat yang sangat dekat, mereka adalah teman satu sekolah di SMP Nusantara IV Jakarta. Bisa di bilang mereka itu agak mirip, dari sifat, perawakan, ataupun tipe cowok yang disuka semuanya hampir sama.

        Di sekolah mereka, ada 2 cowok yang katanya baik, pinter, putih, tinggi, ganteng, keren, dll *haha. Nama 2 cowok itu adalah Vino dan Justin. Vino dan Justin memang sangat agak mirip hanya kulit nya si Justin lebih teputih di bandingkan dengan Vino. Dan mereka bertiga jatuh cinta dengan 2 cowok itu.

        Dara, dia bisa di bilang sangat dekat dengan Vino dan Justin, soalnya dia satu eskul dengan mereka, Dara adalah manajer eskul basket yang di ikuti Vino dan Justin, dan mereka sangat sangat akrab.

        Sedangkan Tian dan Luna, biarpun mereka memang tidak jadi manajer eskul basket, tetapi mereka juga akrab dengan Vino dan Justin, kalau Tian sih memang satu kelas dengan Vino, dan Luna hanya ikut-ikutan sok kenal aja haha. Dan Justin orangnya memang akrab dengan siapa aja.

       Suatu hari mereka bertiga mengadakan perjanjian tentang 2 cowok itu, jika salah satu dari mereka berhasil mendapatkan Vino atau Justin, maka tidak boleh ada yang cemburu.

      Sebenarnya saat itu Justin memang sedang punya pacar, tetapi mereka bertiga tetap aja ga nyerah dan mereka terus menunggu Justin dengan setia *lebay ah.

       Dan sambil menunggu, mereka juga tidak lupa akan si Vino, dan makin hari mereka makin akrab dengan Vino. Vino pun ternyata naksir dengan Dara dan Tian dan tentunya tidak ada yang tau tentang hal itu, jelas aja Vino orangnya memang agak pemalu dan sampai sekarang dia belum pernah pacaran.

       3 minggu berlalu, kini Justin pun kembali melajang, dia baru putus dengan pacarnya. Memang sih Dara, Tian dan Luna yang dulunya sudah hampir berhenti berharap dengan Justin sekarang menjadi semangat lagi, mereka putuskan untuk melanjutkan misinya.

       Misi pun berjalan dengan sukses, hingga akhirnya hati Si Justin kegaet sama Tian, Justin nembak Tian memang dengan agak ragu-ragu karena dia tau sahabat-sahabatnya Tian juga naksir dia, tapi dia tetep mau nembak Tian. Dan mereka pun pacaran.

        Kini Justin dan Tian udah resmi berpacaran, sedangkan Dara dan Luna masih tetap ngejomblo. Dan Vino yang ngeliat Justin dan Tian pacaran pun agak sedikit envy, tapi karena masih ada Dara dia pun tenang-tenang aja.

        Dan karena Vino sangat sangat sangat amat pemalu dia takut untuk nyampein perasaannya ke Dara.
Beberapa minggu kemudian, Dara dinyatakan cinta oleh Kevin, anaknya ganteng dan putih sih dan karena Dara juga lama banget nunggu responnya si Vino akhirnya dia pun nerima cintanya Kevin.

        Penyesalan pun datang lagi ke Vino, karena selama ini dia ga pernah jujur sama perasaannya. Dan kini cuman Luna yang masih setia ke Vino.

        Sebulan berlalu, ternyata kisah cinta Dara dan Kevin tidak seindah yang dibayangkan, Dara masih tetap mencintai Vino, dan sama sekali tidak bisa melupakannya, berkali-kali dia berusaha untuk melupakan Vino, tapi apa daya? memang tidak bisa.

         Dara pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Kevin, karena dia pikir semakin lama dia pacaran dengan Kevin, dia malah semakin menyiksa Kevin.

         Kevin yang beberapa hari yang lalu sudah menyadari dan siap untuk akan datangnya hari seperti itupun pasrah aja *lebay nya tingkat dewa bo. Tetapi apa yang terjadi 1 jam berikutnya? Kevin malah nembak Luna untuk menjadi pacarnya, dia nembak sahabat mantan pacarnya sendiri hanya dalam selang waktu 1 jam. Luna pun menerima tembakannya si Kevin, dan mereka berdua berpacaran.

         Sorenya, sepulang sekolah Tian dan Dara mendapat gosip bahwa temannya Luna pacaran dengan Kevin, dengan setengah tidak percaya Tian dan Dara segera mencari Luna untuk meminta penjelasan.

        Dan ternyata berita itu memang benar, Luna dan Kevin memang pacaran. Dan dengan wajah yang agak hampir nangis Dara segera pergi. Dia ga ngerasa kalau selama ini bahwa dia itu mencintai Kevin, walaupun sedikit, yah tetapi tetap ada oleh karena itu dia pun nangis.

        Dia di tenangkan oleh Tian, dan Tian pun tak henti-hentinya ngucapin kata sabar ke Dara. Luna pun hanya bisa terdiam. Setelah Dara berhenti menangis, Luna segera ngomong dengan Dara,
    
       "Ra, maafin aku ya, aku ga maksud ngambil dia ko. Tapi dia nembak aku dan aku ga kepikir buat nolak dia, maaf ya Ra, maaf banget" katanya dengan muka yang hampir nangis.

       "Iya, gapapa ko Lun, ini memang salah aku ko, kamu ga salah" balas Dara sambil ngusap air matanya.

        Mereka bertiga pun berpelukan seperti yang biasa sehari-hari mereka lakuin.

        Besoknya, keadaan kembali seperti semula, tidak ada lagi tangis-tangisan diantara mereka. Dan Dara pun bersemangat kembali.

        Tian yang satu kelas sama Vino pun tanya ke Vino,

        "Vin, di sekolah ini ada cewe yang lo suka ga" tanya Tian ke Vino sambil berharap Vino ngejawab nama Dara
        "mmm… kenapa lo tiba tanya gitu" jawab Vino

        "gapapa, soalnya gini, lo tau kan Dara itu dari dulu naksir elo, sekarang gue cuman mau tau, apa lo juga punya perasaan ke dia" kata Dara

        "gue kasih tau deh, tapi lo diam aja ya, gue memang pernah sih naksir Dara, naksir elo juga, tp sekarang kan lo pacarnya Justin jadi ga lagi, terus cuman Dara sih" balas Vino lagi dengan tergugup-gugup

        Tian pun terpana, "buset dah, ternyata ni anak pernah juga naksir gua" katanya dalam hati.

        "oke Vin, gue bakal jaga rahasia" kata tian

        "thanks ya" balas nya si Vino

        Tian ngangguk-ngangguk, dan segera pergi ke tempat Dara, dan bilang apa yang di katakan Vino tadi.

        "jadi begitu Ra, ternyata si Vino itu juga naksir kamu" kata Tian

        "hah? Beneran Ti?" balas Dara setengah ga percaya

        "iya beneran, suer deh Ra" katanya Tian

         Dara pun senang dan senyum-senyum kegirangan, dengar si Vino suka dia, disuka in sama vino aja udah seneng banget, apalagi jadi pacarnya deh.

       
Dan 1 minggu berlalu, akhirnya Vino yang awalnya sangat pemalu kini telah di yakinkan teman-temannya untuk nyatain perasaanya, dia pun akhirnya menyatakan cintanya kepada Dara, dan seperti di cerita-cerita biasanya semuanya berakhir dengan bahagia.

Rabu, 26 Januari 2011

When i said "Don't Copy"

gue mau ceritain apa yang gue alamin di sekolah gue tadi pas pelajaran bahasa indonesia. tau kan tugas KUTIL MARINI , ya kutil marini adalah tugas yang gue buat di sekolah, dan sepulangnya gue post di blog gue.

awalnya sih emang emang ada pro kontrar antara gue dan temen kelompok gue karena gue mosting tugas kami ke blog, dan gue tetep aja nekat mosting tu tugas.

dan tau ga apa yang terjadi tadi di sekolah waktu pelajaran bahasa? gue kaget ngeliat temen gue yang tugas nya sama banget kaya punya kami, langsung aja gue nanyain.

"lo nyari ni tugas di internet ya?"

"sst diam" kata temen gue

"eh tapi itu kan tugas gue, kenapa di copy?" balas gue

"loh? lo make ini juga ya?"

"iya"

"mampus" kata dia

temen kelompok gue yang ngedenger pembicaraan kami tadi pun bilang,

"duh, gue ga pengen tugas kita sama" dengan nada agak nyindir dikit kali

"ah ya udah deh gue bikin yang baru aja" balas si pengcopy

dan temen kelompok pun agak ga enak hati, memang sih, td dia bilangnya suaranya pelan aja, tapi mungkin temen gue yang itu dengar.

lalu, temen kelompok nya temen gue yang ngopi tu tugas ane pinjem tugas gue

udah selesai baca, lalu bilang

"ko sama banget ya? lo ngopi juga ya?"

loh? yang ngopi sapa? itu yang bikin gue?

"terus kata temen gue dia nyari di gogle, ko bisa sama?"

"ya gue ngeposting di blog gue dan dia nya aja yang ngopi ke tugas gue"

dan dengan wajah malu dia pun menjauh.

setelah selesai pelajaran bahasa, dia ngomong lagi ke gue

"nanti posting lagi ya"

"nanti copy lagi juga ya" balas gue

hahahahahahahahaha gue pun ketawa dengan puasnya

amanat : hey para plagiat, hentiin deh tu penyakit mau muntah ni gue hahaha *ga nyambung banget

thanks ya bubay

Minggu, 05 Desember 2010

Tugas Cerpen

          Pagi itu adalah pagi yang sangat tidak mengasyikkan. Kenapa? Ya karena kami (aku dan kelompok belajarku) belum menyelesaikan tugas kelompok membuat naskah drama. Alhasil, karena aku yang merasa bertanggung jawab sama itu tugas akhirnya aku ngerjain sendiri. Awalnya cuman ngerjain di dalam kelas pada jam pelajaran 1 dan 2. Tetapi, pada jam pelajaran ke 3 aku nekat bolos, jadi berani sih karena teman-teman aku yang lain juga sering bolos pada saat pak pelajaran ketrampilan ini.

          Nah, saat itu aku ngejalanin misiku di kantin, aku ngerjain tugas di sana sendirian. Tapi, tiba-tiba ada teriakan seorang perempuan.

          “Zakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!”

          Aku pun langsung menengok ke arah datangnya suara itu. Oh ternyata, perempuan itu adalah bu Anita, ibu yang ngajar ketrampilan. Astaga aku langsung gugup ketika ibunya berjalan mendatangi ke tempatku dan ngomong.

          “Kenapa kamu bolos? Teman-teman kamu yang lain sedang belajar, eh kamu malah enak-enakan bolos disini”

          “Anu bu anu..” kataku tergugup-gugup

          “Awas ya, nanti saya hukum kamu” kata ibunya lagi sambil pergi kembali ke kelas

          Mampus deh, aku ketahuan. Apa yang harus aku lakuin sekarang? Yang penting kabur dulu. Dan aku pun langsung pergi meninggalkan kantin, aku pergi ke ruang bahasa, tempat pelajaranku selanjutnya (sekolahku memakai sistim moving class, jadi kami belajarnya pindah-pindah ruangan).

          Aku nongkrong di depan ruang bahasa, pada saat itu kelas bahasa masih ada yang memakai buat belajar, jadi aku cuman duduk-duduk di kursi depan kelas. Dari depan ruang bahasa, aku melihat teman-temanku yang sedang belajar di ruangan ketrampilan.

          “teng..teng..teng..” akhirnya bel berbunyi, sekarang waktunya istirahat. Teman-temanku pada berlarian keluar dari ruangan ketrampilan, tujuannya sih paling-paling cuman mau tau gimana keadaanku setelah bolos dan dimarahin ibu, hihihi.

          Kelas yang memakai ruang bahasa pun sudah pada keluar, jadi aku bisa masuk ruang bahasa. Tak lama, teman-temanku berdatangan ke kelas, mereka langsung nanyain keadaanku. Susah juga deh jadi orang beken.

          Nah, akhirnya bel berbunyi lagi, itu tandanya udah waktunya belajar. Ini nih saatnya aku melakukan pertunjukan drama yang aku buat saat aku bolos tadi. Kelompok kami mendapatkan urutan pertama. Yah.. karena aku baru selesai membuat naskah nya tadi, jadi drama kami tidak berjalan lancar, sangat membosankan.

          Setelah selesai melakukan pertunjukan, aku mendengar namaku, Utut dan Arif dipanggil ke box pengawas. Kami pun langsung pergi ke sana. Rupanya, di sana telah ada bu Anita menunggu, astaga mati deh.

          Di sana bukan hanya aku yang dimarahin dan ditanya-tanya, ternyata Utut dan Arif juga. Ternyata, Utut dan Arif juga bolos sama kayak aku. Untung deh, jadi ada teman buat di hukum.

          Kami bertiga disuruh berdiri di samping tiang bendera selama 3 jam pelajaran. Wedew, lama banget. Dan karena aku adalah anak yang baik, akhirnya aku ngelaksanain apa kata ibunya. BERDIRI DI SAMPING TIANG BENDERA.

          Kami terus berdiri di sana sampai jam istirahat kami masih tetap berdiri, kami baru tahu ternyata ibunya tak kenal ampun.

          Pada  saat berdiri, hampir 50 orang yang nanyain ke aku kenapa jadi sampai aku dihukum berdiri di samping tiang bendera, padahal kan selama ini aku terkenal sebagai siswa teladan, maunya sih.

          Setelah jam ke-6 berlangsung, kami masih tetap berdiri di samping tiang bendera. Nah, karena guru-guru kasihan melihat kami berdiri di samping tiang bendera akhirnya mereka pun memanggil kami menuju box pengawas. Di sana kami disuruh pergi ke ruangan ibu Anita untuk meminta maaf.

          Kami pun pergi ke ruang ketrampilan untuk meminta maaf, saat itu ibunya lagi sedang mengajar kelas 7. Lalu kami mengetuk pintu dan masuk.

          “Assalamu’alaikum” kata kami.

          “Wa’alaikum salam, kenapa ke sini? Siapa yang menyuruh kalian ke sini?” balas ibunya.

          “Anu bu, tadi Bu Sarah menyuruh kami untuk meminta maaf kepada ibu. Nah, jadi kami mau minta maaf bu”

          “kalian berdiri saja dulu di samping tiang bendera, nanti saya bisa saja memberitahu untuk berhenti”. Lalu ibunya pun berkata kepada anak-anak kelas 7, “nah anak-anak, jangan tiru kakak-kakak kelas kalian ini ya. Mereka ini membolos pada saat belajar ketrampilan, jadi saya dirikan di samping tiang bendera.”

          Langsung saja serempak semua anak-anak kelas 7 itu pada tepuk tangan, dan Utut pun dengan jiwa sok keartis-artisannya mengangkat kedua tangannya sambil bilang.

“cukup cukup, tidak perlu tepuk tangan banyak-banyak”

Widiw.. hampir satu kelas langsung mau muntah.

Setelah selesai minta maaf, akhirnya kami berdiri lagi di samping tiang bendera. Beberapa menit kemudian, Bu Anita pun datang sambil membawa seember air plus gayung. Ya dikirain sih paling cuman mau disuruh ngepel lantai, eh taunya kami disuruh jongkok, dan… DIGUYUR. Busyet dah, kalau tadi aku bilang kalau aku sudah mandi pasti deh ga jadi diguyur.

          Saat diguyur, semua anak-anak yang lihat kejadian itu pada teriak.

          “Lagi, lagi”

          Seenaknya saja mereka teriak-teriak begitu, coba deh kalau mereka yang diguyur, huh.

          Selesai diguyur, kami pun segera pergi ke WC untuk menguras baju kami. Setelah selesai, kami masuk ke kelas lagi. Kami masuk ke kelas IPS, saat masuk kami ditanya-tanyain, cape banget deh ngejawab pertanyaan-pertanyaan mereka itu.

          Yap, itulah pengalaman pertama dan terakhirku bolos belajar, ga bakal lagi deh, taubat. Dan selama satu bulan ke depan, aku harus menjadi perfect student. Yaitu, seorang murid yang sempurna dan rajin, dan itu harus kulakukan untuk menebus kesalahanku ini.

Jumat, 06 Agustus 2010

Perfect Student

Semasa sekolah pasti ada kejadian seru yang ga pernah dilupain, contohnya keak gw yang kagak bakal pernah ngelupain hukuman yang gw terima karena bolos. Padahalkan banyak juga anak2 kelas lain yang bolos, tapi yang kena itu cuman gw, arif ama Utut. Bayangkan coba, klo sama Arif aja seh ga apa-apa. Ini sama Utut, gawat banget kan, gw bakalan dicap deh sebagai murid-murid nakal seperti Utut. Ngebayanginnya aja udah ribet, ditaroh di mana nanti citra gw sebagai anak rajin gitu loh, walaupun cuman waktu lagi kesambet aja rajinnya *hehehe.

Pagi itu gw bolos pelajaran keterampilan, gw seh ga masuk yah karena bikin naskah drama yang ribet abis, gw bikinnya di kantin. Tau-tau ada yang nereakin nama gw, “Zhakieeeeeee”. “Eh suara siapa tuh.” Kata gw. Ga taunya ibu Maryam (ibu keterampilan) yang nereakin gw. “Hah.. buset gw katauan.” Kata gw dalam ati. My Goooddd..

Tanpa basa-basi lagi ibunya marahin gw, “kamu kenapa ga masuk, di kelas temen-temen kamu tuh pada belajar, ehh kamu enak-enakkan nongkrong di sini, pake acara nulis-nulis segala lagi. Kamu tuh sama aja ya keak sii Utut”. Spontan aja gw kaget, bukan karena kaget dimarahin, tetapi kaget karena disamain ama Utut. Aneh banget kan ?? Hubungan darah aja ga ada, pake disama-samain lagi. Udah gitu ama Utut agi, klo ama Kim Bum seh kurang lebih, ini ama Utut, Dimana harga diri gw sebagai lelaki *wkakak.

Setelah ibunya pergi ninggalin gw, gw langsung aja cabut ke kelas bahasa. Padahal gw bukan lagi pelajaran itu, gw cumain ikut nongkrong. Sampe orang istirahat gw tetep aja di sana, yah karena kelas gw setelah keterampilan emang di sana. Dan ternyata oh ternyata Utut dan Arif juga bolos tanpa sepengetahuan gw. Pantes aja gw disama–samain ama Utut, secccarra beda jauhhh gitu.

Di tengah pelajaran gw dipanggil ke box pengawas, dan.. akhirnya di jemur bo. Oemje,, gw dijemur, dimana harga diri gw *wkwkwk. Tapi gw dijemurnya ga sendirian, gw dijemurny sama Utut dan Arif. Walaupun gitu gw MALLUUU BERAADD. Tapi ga apa it’s okay. Ga ad yang perlu dipermasalahin, cuman dijemur doang apa susahnya.

Waktu dijemur banyak banget fans-fans gw nereakin gw,,

“Waaa.. Zhakiee kenapa kamu dijemurr ??”

“Gara-gara bolos ketrampilan” kata gw

“Hah ?? Ga mungkin, ga mungkin ??” dengan muka ga percaya.

“Yahh.. Seing is Believing. Mau apa lagi” balas gw.

Yahh.. Syukur aja mereka ga pingsan karena ga percaya. Klo pingsan makin ribet lagi deh. Gw lagi yang disalahin. Guru-guru pun terus saja ngomong tidak mempedulikan kami. Mereka seh kasian ke gw katanya, katanyaa *wkakak

Tanpa terasa udah 2 jam gw dijemur, Gw seh nyante-nyante aja dijemurnya. Ga ribet, have fun aja. Tapii masalahnya selesainya kapan ?? itu yang jadi pertanyaan gw. Akhirnya Utut pun dipanggil lagi ke box pengawas. Di sana Utut di suruh menghadap Ibu Mryam dan meminta maaf, dan pastinya kami juga diajak.

Ya udah tanpa piker panjang kami pun segera menghadap Ibu Maryam dan bertanya :

“Di jemurnya sampe kapan ??”

Dan Ibunya balik nanya ke kami “Kalian mau hukuman apa biar kapok ??”

“Emm.. Ga tau”

“Ya udah duduk di depan ibu mau ngajar dulu”

Dengan cepat kami segera keluar dan duduk-duduk. Tapi setelah itu ibunya keluar lagi dan menyuruh kami agar segera kembali berjemur.

Setelah itu, ibunya datang ke tempat kami dengan membawa seember air. Gw kira seh hukumannya disuruh ngepel, ehh ga taunya kami bertiga di guyur bo.. Bayangin coba di tengah lapang berdiri 2 jam abis itu diguyur pake air. Abis itu semua langsung pada tepuk tangan sambil teriak-teriak “lagi-lagi”. Yaahh.. Basah deh. Mungkin kalo kita ngingetin ibunya kalo kita bertiga udah mandi ga bakal diguyur keak gini deh. Huuhh.

Ohh ya gw lupa ngasih tau klo yg nyapa gw waktu gw dijemur itu lebih 40 orang lhoo. Klo Utut cuman 15 orang dan Arif cuman 7 orang. Hho, hbad kan gw. Mereka bukannya ngejek gw, tetapi menanyakan. Seccara anak teladan gitu loh, kenapa jadi sampai ada di sini *xixixi.

Dan.. itulah pengalaman pertama gw bolos, sebagai yang Pertama dan Terakhir. And demi memulihkan harga diri gw, gw harus jadi perfect student selama satu bulan☺

Cinta II

Yah.. akibat Della sekarang benci sama Senda, akhirnya dia tak suka ama Senda lagi tuh, dan akhirnya gw pun menawarkan cinta gw untuknya.

Di warnet kami sering sebox berdua, anehnya dibox kami cuman diam aja, hening, tapi seru juga seh, en waktu itu juga gw masih belum pacaran ama dia, jadi ga bisa ngapa-ngapain.

Dia seh tau kalo gw tu suka ama dia, penasarannya gw belum tau dia suka gw apa engga, en bekas kejadian kemaren gw jadi ragu-ragu kalo Della itu masih suka ga seh ama Senda.

Ya udah, malamnya gw tembak aja deh, yang pertama seh gagal, katanya “aduh, ga sanggup aq macarin kamu, kamu tuh terlalu pinter buat aku”. ya udah, ditolak deh.

Tapi gw ga menyerah, besok malamnya dia gw tembak lagi, ups.. diterima neh, ya udah, hilang deh tu title ‘Jomblo’, masalahnya gw ga tau kalo sebenernya kami ini ngejalaninnya ‘backstreet’.

Akhirnya besoknya keceplosan deh gw, marah banget tuh dianya, yang tau Senda lagi, itu lho si bibir tidak bertulang *ops.. aib.

Akhirnya kami pun merencanakan semuanya dengan matang, kami ngaku udah putus karena mau backstreet, tapi emang, identitas tak bisa disembunyikan, padahal dah ngaku putus, tapi masih deket-deket, ampun deh, akhirnya ketahuan juga.

Dan akhirnya kami ga jadi backstreet, kami pun ngejalanin cinta kami dengan terang-terangan. Namun cinta kami tak seharmonis apa yang dibayangkan, tiap hari ada masalah, ini salah, itu salah, en mungkin gw juga kuper ya ama dia.

Kami pun sepakat putus di ruang Ipa pada hari senin karena ami ngerasa cinta kami udah cuku ampe di sini, en sekarang gw sadar enak ya ngejomblo, semua yang dilakuin serasa bermanfaat en benar.

Ngambil dari pengalaman, gw pun akhirnya mau ngubah gaya hidup gw, gw mau ngerubah segalanya. Oke.. “Everything Change”.

Cinta I

Temen gw Della sedang jatuh cinta. Jatuh cintanya ama temen gw juga seh. Do’i jatuh cinta ma Senda, emang ya Senda terbilang keren en kaya *cuih, tapi kelakuannya itu lho, ga banget, ga mendukung sama sekali, *ops.. sorry Sen, trus gw ga tau kapan persisnya si do’i jatuh cinta.

Hari Senin di Skul, tepatnya di ruang mtk, si Della ga henti-hentinya muji Senda, en do’i curhatnya cuman ke Ayu, dia bilang inilah, itulah, pokoknya muji-muji banget deh.

Tapi kemaren siang Senda en Tama ngelakuin sesuatu yang menyakiti hati Della, yaitu *sensor. Akhirnya Della pun dengan rasa cemburu yang memuncak mengata-ngatai Senda dengan kata “kijil”, Adis, Ayu dan Ghina juga ikut-ikutan mengeta-ngatai Senda, setiap ketemu sama Senda mereka pasti ngomong kata “kijil”.

Tapi sayang, Sendanya ga tau kalo Della itu suka ama dia, yah.. dia balas aja tu cewe-cewe yang ngta-ngatai dia. Padahal Della itu ngomong begitu karena dia cemburu, en teman-temannya juga ngebantu.


Di ruang bahasa Della pun kena sasaran, Senda ngebalas Della. Karena Della ngatai-ngatai dia. Senda tidak sendiri, dia dibantu oleh Tama en Bima, yang juga patuh banget ama dia. Akhirnya rok Della mau mereka pelorotin, oww.. tapi ga sengaja malah nyenggol dadanya. Aduh.. Dellanya nangis deh, Senda and the gank saling tuduh menuduh tuh, en ga ada yang ngaku ngelakuin.

Di suruh minta maaf ga ada yang mau, spontan aja, si Ayu marah-marah ke Senda.

“Eh, loe tanggung jawab dong, loe dah bikin teman gw nangis”

“Eh, yang gw jahilin itu Dia bukan Elo, kenapa seh loe yang marah-marah”

“Gw sahabatnya, mang siapa seh yang rela diem aja saat sahabat nangis, hah ?! elo ?!”

“Dasar loe ya, yang bikin dia nangis tu bukan gw aj, Tama sama Bima juga”

[Hening sementara]

Akhirnya, Della yang tadi nangis dan hanya dengerin Ayu marah-marah belain dia juga ikutan nimbrung, do’i ikutan marahin Senda.

“Loe tuh ya, udah bikin gw nangis ga mau minta maaf lagi”

“Trus kenapa cuman gw aja yang disuruh minta maaf, Tama en Bima juga ngejahilin Loe kan”

“Ya karena loe ketuanya kan, loe yang nyuruh-nyuruh mereka, mentang-mentang kaya loe”

“Eh, Kalo loe Cowo loe udah mati gw gampar, jangan mentang-mentang cewe aja loe bisa ngomong seenaknya”

“Eh, tapi emang kenyataan kan, loe kira gw ga tau ya !”

“Bangsat loe ! Maen tuduh aja”

Semuanya langsung pada diam, en ga bisa berkata apa-apa lagi.

Senda langsung pergi ninggalin tu kelas, trus di depan kelas Senda ngadu-ngadu ke gw, “kenapa seh Zhak selalu gw yang disalahin, padahalkan bukan gw aja yang ngelakuin”. “Mungkin tampang loe emang tampang bersalah” kata gw dengan muka polos. “Sama aja loe kayak mereka”. Senda langsung pergi ninggalin gw.

Di kelas para cewe-cewe sedang berunding, mereka mau ngelaporin Senda ke BP, karena udah banyak sekali kenakalan-kanakalan Senda yang tak bisa dimaafin.

Ya udah, dengan dipelopori Resy sang bintang kelas mereka pergi ke BP melaporkan semua kesalahan Senda. Mereka membawa semua saksi dan para korban yang pernah dijahatin Senda.

Gak lama-lama mereka sampai di BP, mereka langsung aja ngelapor, “Bu, Senda nakal dan jahil, dia ngejahilin kami trus, dia juga melorotin rok kami”. Ibunya nampak biasa-biasa aja, cuek en hanya berkata, “udah gag papa, nanti ibu tegur Sendanya”.

Udah di luar Adis langsung bilang, “Duh, kok ibunya ngomong gitu aja seh, cuman negur doang, nanti lagi” katanya sambil marah-marah. “kita lapor ke guru-guru di TU aja yuk !” katanya lagi.

Ya udah, mereka langsung aja pergi niggalin ruang BP en berangkat ke TU. Di sana mereka semua nyeritain apa yang telah Senda perbuat. Akhirnya Senda pun dipanggil ke box pengawas.

Di box pengawas Senda dimarahin karena telah melanggar hak asasi manusia *wkwkwk, dan telah melakukan penganiayaan kepada cewe.
Tapi Senda dapat mengelak, dia membela dirinya sendiri, dan akhirnya perundingan itu dimenangkan oleh Senda, dan sisanya Della deh yang dimarahin ibu.

Tak mau kalah, Della pun langsung pulang dengan perasaan yang sangat sakit, karena cintanyalah yang membuat dirinya sakit.

Senda tanpa sadar telah menyakiti orang yang telah dia cintai, dan dia baru tau kalo Della itu mencintainya pada sore harinya di Les, Gw pun menceritakan yang sesungguhnya.

Dan akhirnya Senda pun Salting sendiri, saking malunya, dan dia sedikit ga percaya, yah.. gw panggil aja Ayu yang tau semua kejadian dibalik cerita ini tuk menceritakan secara terperinci.

Setelah diceritakan, Senda pun menyesal dan sangat malu, dia curhat banyak ke gw, gw seh kasih saran aja ke dia.

Malem-malem dia nelpon gw, en curhat panjang lebar tentang masalah tadi siang, dia bilang dia ga tau kalo Della itu sebenernya suka sama dia, en semuanya jadi membenci dia karena tak tau diri.


Malam itu juga Senda ngejelasin ke gw apa yang sebenarnya terjadi, dia dulu itu bilang ini itu ke Della bukan kata-kata yang mengartikan bahwa dia suka ke Della, namun hanya sebuah pujian yang keluar dari mulutnya tanpa arti yang special.

Katanya Della salah paham, tapi Dellanya ga percaya, karena saat itu Bima lagi putus dari Dinda, en Senda sekarang berupaya ngedeketin Dinda.

Dan sekarang Senda en Dinda tengah pacaran, tapi dah putus tuh, *kciand..

En sekarang mereka udah baikan, mudah-mudahan ga keulang lagi cerita yang kayak gini.