Kamis, 22 Oktober 2020

Mempelajari Kehidupan dengan Merantau

Kehidupan adalah nikmat luar biasa yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap insan di dunia. Sebuah kehidupan yang kita dapatkan sekarang, bukanlah hal yang mudah, tetapi memerlukan proses panjang. Mulai dari sebuah sperma kecil berukuran beberapa mikrometer hingga bersatu dengan ovum dan menghasilkan zigot yang tertempel hangat di dinding rahim, kemudian ditiupkan ruh pada kita dan  terjadilah sebuah kehidupan, tak lama lahirlah seorang bayi yang tak berdosa dan belum mengenal apa-apa.

Mengenal hidup adalah hal utama yang kita pelajari dalam kehidupan. Seringkali kita bertanya kepada diri sendiri, untuk apa aku hidup? Namun pertanyaan seperti itu lantas tidak perlu dijawab, karena kehidupan memang sepantasnya menyimpan banyak misteri.

Kini, aku sudah menjalani 24 tahun dari kehidupanku. Aku telah menempuh berbagai perjalanan. Namun, tetap saja pertanyaan itu belum bisa kujawab sampai detik ini. Kadang, kehidupan begitu membuatku terombang-ambing dan bertanya-tanya, apa yang sedang kukejar di dunia ini?

Aku berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Perjalananku di mulai dari bagian timur Indonesia. Aku ditempatkan selama 1 tahun di Ternate, Maluku Utara. Aku merantau sendiri tanpa teman dari daerah asalku, Banjarmasin. Perbedaan budaya, sejarah dan bahasa dengan Banjarmasin membuatku sedikit kikuk dalam bersikap.

Saat di Ternate aku mempelajari bahwa hidup sendiri bukan hal yang mudah. Aku merangkum beberapa poin yang kudapatkan setelah merantau di negeri orang.

  1. Rumah adalah tempat kembali, bukan sekedar tempat untuk tidur atau bersinggah. Rumah adalah tempat melepas penat, tempat yang hangat, tempat tertawa, bersedih, berkumpul. Rumah beserta isinya adalah hal yang harus disyukuri. Rayakanlah rumah kalian dengan berkumpul bersama orang-orang di dalamnya, makan bersama, nonton TV bersama, bercanda, mengerjakan pekerjaan rumah bersama. Bercengkramalah, hiasi rumah dengan makhluk hidup lainnya, pelihara ikan, kucing, berbagai hewan lainnya. Tanamlah pohon di halamannya, bunga-bunga yang indah, atau bahkan sayur-sayuran sendiri untuk dimakan. Nikmatilah rumah.
  2. Jangan pernah bergantung dengan orang lain. Kebahagiaan selalu bisa datang dari mana saja, tapi jangan pernah sekalipun menggantungkan kebahagiaan diri sendiri pada orang lain. Jadilah independen. Jangan pula menggantung kehidupan di orang lain. Jangan menunggu bantuan orang lain, karena kita tidak pernah tahu beban orang lain seperti apa. Jadilah mandiri, berusaha selesaikan masalah sendiri, jika tidak bisa mengatasinya lagi, barulah cari bantuan atau sekedar teman untuk bercerita.
  3. Bersedihlah namun tidak boleh berlarut. Kesedihan adalah hal yang normal terjadi pada manusia. Saat aku merantau, seringkali aku bersedih dan tenggelam dalam kesedihan. Namun, batasilah hal itu. Kuatkan tekad untuk tidak bersedih lagi, tetapkan tenggat waktu sampai kapan boleh bersedih dan kapan harus bangkit. Karena hidup harus berjalan, dan kesedihan tidak akan berakhir hanya dengan kita menangisinya.
  4. Jadilah ramah. Ramah dengan siapa saja, dengan orang baru ataupun orang lama.
  5. Nikmati hari ini. Nikmati hal yang sedang kamu jalani setiap detiknya. Rasakan hal tersebut dan bergerimbaralah kamu dapat merasakan hal itu. Jangan khawatir dengan masa depan, selama kamu yakin yang kamu lakukan adalah hal yang benar maka jalani lah. Setiap kesenangan yang terjadi hari ini jangan pernah dihancurkan dengan kekhawatiran dengan masa depan atau kenangan masa lalu. Live like tomorrow does'nt exist.

Hal tersebut adalah beberapa rangkuman yang bisa aku ambil hikmahnya selama aku tinggal di Ternate. Aku sekarang memutuskan untuk merantau kembali. Kini aku sedang berada di Jakarta untuk mengadu nasib. Sebelum memutuskan merantau, ada dua hal yang sebenarnya aku pertimbangan yakni mengejar mimpiku ataukah tinggal bersama orang-orang aku sayang di Banjarmasin.

Aku sudah meninggalkan orang tua dan keluargaku selama 1 tahun, dan kini harus berpisah lagi. Hal yang sangat berat. Aku mencoba untuk berpikir dalam dan merenungkan pilihanku. Kupikir, aku hanya hidup 1 kali, dan aku memutuskan untuk melihat dunia dari segi yang lebih luas. Hal ini tidak berarti aku tidak sayang keluargaku di rumah. Namun mereka pasti mengerti apa yang benar-benar aku inginkan. Aku berharap mereka di rumah sehat-sehat saja, hingga aku bisa pulang kembali ke kampung halamanku dan melihat senyum mereka yang lebar. Dan bisa berkumpul lagi.

Doakan perantauanku kali ini ya. Semoga aku berhasil menaklukan tempat baru ini, aamin.


Sabtu, 22 April 2017

BERSEMANGAT MENGENAL TB !


TUBERCULOSIS (TB) adalah PENYAKIT MENULAR.

Banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa TB merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Cara penularannya sangat mudah, yakni hanya lewat paparan udara, dari hanya lewat batuk bahkan sampai dengan berbicara biasa saja kita dapat tertular.

Jangan sekalipun berpikir bahwa terjangkit tuberculosis adalah hal yang biasa. Di Indonesia, tuberculosis membunuh 1 orang dalam setiap 30 detik. Tuberculosis itu berbahaya, pengobatannya membutuhkan waktu minimal 6 bulan dan setiap hari harus meminum 4 obat tanpa putus. Kalau berhenti di tengah jalan, maka bisa dipastikan penyakit ini akan sangat susah sembuh karena sudah mengalami resitsensi obat.

Permasalahan yang sering tidak kita ketahui adalah gejala yang dialami, sehingga banyak orang yang hanya menganggap batuk biasa. 

GEJALA UTAMANYA ADALAH BATUK!

Pastikan anda pergi ke dokter jika mengalami batuk lebih dari 2 minggu. WAJIB !

Gejala-gejala tambahan lainnya bisa berupa:
- Batuk berdarah
- Sesak napas
- Demam
- Penurunan nafsu makan dan BB
- Berkeringat malam

Siapapun kita wajib aware terhadap penyakit ini, apalagi di Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan pengidap TB terbanyak di dunia. Bahkan kita semua pasti pernah terpapar bakteri TB, namun tidak berkembang menjadi penyakit.

Selama di rumah sakit, sering sekali aku melihat pasien TB dengan komplikasi atau TB resisten, (TB biasa tidak akan dirawat di rumah sakit, cukup dengan pengobatan di rumah). Pasien yang datang selalu batuk-batuk, keluarga pasien yang mengantar tidak menggunakan masker, bahkan ada anak kecil yang mengiringi. Lebih parahnya lagi, mereka menginap di kamar pasien tersebut, yang seharusnya adalah ruang isolasi.

Sudah sering diberi tahu, bahkan dimarahi, namun keluarganya tampaknya tidak peduli. Sepertinya rasa sayang mereka lebih besar dibandingkan ketakutan mereka terhadap penyakit ini. Ya.. rasa sayang bulshit..

Mindset orang Indonesia yang tidak mempedulikan penyakit infeksius dan tetap berada di rumah sakit membuat penyakit infeksi berkembang merajalela di negeri kita. Penyakit ini seperti rantai yang tidak ada habisnya, akibat ketidaktahuan dan benteng pemikiran yang keras akan tradisi.

Penting bagi kita untuk menjadi cerdas berprilaku, menggunakan masker ketika berhadapan dengan penderita TB, menyesuaikan kondisi rumah mejadi lebih terbuka dan banyak ventilasi, hindari interaksi berlebihan dengan penderita TB, apalagi anak-anak, dan yang terpenting sebagai keluarga selalu memantau penderita agar meminum obat setiap hari. Itu adalah rasa sayang yang sebenar-benarnya. Bukan tetap mengurung diri dalam kebodohan dan mempersepsikan rasa sayang kepada penderita dengan selalu berada disampingnya dan tidak menggunakan masker, membiarkan orang lain berkunjung, membiarkan penderita tidak meminum obat.

TB adalah penyakit berbahaya dan kita semua sedang berjuang untuk menghilangkannya. Be smart, be wise. Masyarakat Indonesia tidak akan menjadi sehat hanya dengan air putih yang dibacakan doa, namun dengan selalu mengingatkan, usaha dan berperilaku layaknya orang berpendidikan.

Jumat, 21 April 2017

Coass Life be Like..

Selamat malam!

Telah tiba akhirnya, aku memasuki tingkatan kehidupan yang lebih berat, lebih menantang dan mencekam... Apalagi sih yang lebih tidak mencekam di kedokteran daripada KOAS!

ya..

"KOAS !"


Koas adalah sebuah fase perpindahan mahasiswa FK dari yang hanya mengerti teori menjadi mengerti secara praktek. Mempelajari kembali penyakit dengan lebih efektif. Menghapal berbagai terapi. Menguasai alur administrasi rumah sakit. Memperbaiki pola pikir mengenai pengobatan. Menjaga pasien sepanjang malam. Melatih mental dan fisik, bekerja di bawah tekanan dengan bayang-bayang kerjaan yang menumpuk, pasien gawat yang akan meninggal, juga hardikan dari konsulen yang tak bisa dihindari.

Aku selalu menanggap bahwa koas adalah fase yang menantang, dilihat dari segi manapun. Aku tidak menghindari betapa tertariknya aku mempelajari dunia perkoasan. Ketika aku memasuki rumah sakit, berbagai hal yang sebelumnya hanya aku dengar di fakultas dan hanya kupercaya hal itu sebagai rumor pun memang benar-benar terjadi di tempat ini.

Pertama, Senioritas.
aku selalu merasa aneh dengan senioritas yang terjadi. Kedokteran dan senioritas memang sangat tidak bisa dipisahkan. Layaknya suami istri yang baru menikah, tidak bisa lepas. Didikan senioritas menjadi asupan setiap hari yang kulihat disini, dari senioritas dokter spesialis, senioritas residen, bahkan teman-teman seangkatan. Memang hal ini bagus, karena pada dasarnya senior akan selalu berbaik hati mengajarkan banyak sekali ilmu kepada juniornya. Namun sangat tidak jarang juga, senioritas ini disalahgunakan menjadi ke hal-hal negatif dan mengarah kepada bossy senior.

Kedua, Subjektif.
Benar sekali bahwasanya kadang penilaian di koas tidak subjektif. Hal ini dikarenakan perbedaan penguji ujian, maka berbeda pula lah standar masing-masingnya. Ada yang hanya ujian dengan mengikuti dokternya sampai 1 minggu, ada yang cuman 1 hari, ada yang ujiannya gampang, susah, bahkan ada yang hanya bermain catur dengannya maka bisa lulus, atau sekedar menjawab aplikasi soal-soal. Kadang, mood penguji benar-benar mempengaruhi, seperti saat musim simposium (seminar) dari bagian tersebut, maka suksesnya seminar menjadi menjadi acuan nilai-nilai koas, jika seminar itu sukses maka nilai koas akan tinggi, begitu juga sebaliknya, Tetapi perlu ditekankan sekali lagi bahwa semua dokter yang ada disana tidak mengandalkan ujian sebagai acuan lulus atau tidak, ujian hanyalah formalitas. Semua penilaian dilakukan pada kegiatan sehari-hari, bagaimana etika berperilaku terhadap diri sendiri, orang lain, pasien, perawat, dokter dan semua pekerja di rumah sakit. Sekali saja ada masalah, atau terlambat datang misalnya, maka bersiap-siaplah mengulang 1 stase!

Ketiga, Pressure is everywhere! 
Karena aku baru masuk stase saraf, maka kujelaskan di bagian saraf saja yaa.. kalau dari segi jadwal, di saraf kita harus stand by pagi dari pukul 5 subuh untuk follow up pasien yang akan di laporkan kepada konsulen nanti, pelaporannya bisa langsung saat visit dokter, atau lewat telpon yang dilakukan jam 6 tepat no ngaret! Jangan harap morning report via telpon tersebut hanya 15-30 menit, tetapi 2-3 jam.. haha..

Nah jadwal kita memang terbagi 2 sih, ada jadwal dinas dan jadwal jaga. Kalau dinas di saraf ya dari jam 5-2 siang, ini ekspektasinya, bisa saja lebih atau bahkan sampai sore karena ada dokter yang belum visit. Kemudian ada jadwal jaga, jadwal jaga ini gantian, bisa satu hari jaga kemudian libur atau 2 hari libur, tergantung jumlah orang di kelompok tersebut. Dinas jaga di ulin  terbagi menjadi 3 yakni UGD, bangsal dan stroke center. Yang paling berat adalah di UGD, karena pasien yag datang pastilah memerlukan tindakan, dan setiap tindakan yang dilakukan harus dikonsulkan ke konsulen.

Jam jadwal jaga adalah dari jam 2-6 subuh besoknya.. jadi semua pasien baru yang masuk pada saat itu adalah tanggung jawab yang jaga. Begitu juga pasien-pasien gawat yang harus diobservasi setiap 1 jam atau tiap 2 jam, bakalan sukses membuat koas akan tidak tidur semalaman. Coba saja bayangkan, Selama melaksanakan jadwal jaga dan dinas kemudian banyak pasien observasi, maka koas bisa tidak tidur selama 32 jam disertai dengan tekanan batin dan kemarahan konsulen kalau kita salah2 mengurus pasien pada jam tersebut.

Lah itu baru dari jadwal jaga, belum lagi dari tugas-tugas lainnya. Setiap bagian yang kita datangi akan mewajibkan kita membuat 1 penelitian mengenai materi berhubungan dengan bagian tersebut, dan 1 laporan kasus yang menjadi syarat dalam ujian. Selain itu untuk kegiatan sehari-hari koas akan diwarnai dengan berbagai macam pengisian status pasien yang masyaAllah banyaknya.. 1 pengisian status pasien baru bahkan bisa menghabiskan waktu 1 jam.

Keempat, Tidak mandi itu biasa.
Ada yang bilang selama koas, mandi itu sunnah. Memang menjijikan, tapi lebih baik menjijikan daripada dihukum mati dimarahi oleh konsulen. Tetapi ini tergantung stase kok, ada yang memang stase seperti di anak akan lebih susah mandi karena pasien banyak, yaa jumlah pasien memang menentukan segalanya. Begitu juga di IGD, biasanya hanya dewa yang bisa mandi saat jaga IGD haha. Tapiii bisa kook sebenernya kalo cuman jaga bangsal atau lagi tidak ada yang gawat pasiennya.

Kelima, Koas itu... Keset??
Apakah kalian pernah mempelajari tingkatan makhluk hidup? Nah kalau di rumah sakit, dari segala makhluk hidup yang, maka bisa dipastikan koas berada diposisi terendah.. Hal ini bukanlah sebuah mitos, tetapi realita yang harus dihadapi. Apalagi aku sudah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana koas diperlakukan, kadang seolah dia robot yang bisa diperintah kapanpun dan apapun, atau seolah dia superhuman dengan energi yang takpernah habis. Ketika berjalan dengan konsulen, maka sudah seharusnya koas akan berjalan di samping belakang, membukakan pintu ruangan, menekankan pintu lift, menghalau semua hambatan dan siap sedia menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh konsulen. Begitu juga dengan residen, kadang beberapa stase mewajibkan kita harus bersama dengan residen, dan melakukan segala perintah yang diminta oleh residen. hmm..

Koas juga wajib menghapal sema administrasi rumah sakit, mempelajari alur pengobatan pasien umum. bpjs, jamkesda, jamkesprov dan mengatur semua blanko-blanko yang keluar masuk. Membawa pasien ke bagian lain untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, atau sekedar mengkonsulkan dengan bagian-bagian lain.

Yang harus diingat adalah, koas tidak mempunyai hak untuk melawan, sekali anda melawan, anda akan diingat selamanya dan berujung tidak akan lulus-lulus menjadi dokter. Akhirnya dengan berbagai hal tersebut lah, bahkan muncul lelucon bahwa koas lebih rendah dari keset. bravo!

Hal-hal tersebut merupakan sedikit cerita mengenai koas, akan lebih kalau kita sama-sama mengkritisi sistem pendidikan seperti ini yang sudah melekat begitu dalam dengan dunia kedokteran. Memandang dari berbagai aspek, bijak dengan situasi. Jangan jadikan keterbatasan kita dalam berbicara dan mengemukakan pendapat mengekang semua hak yang seharusnya kita dapatkan. Saran yang bisa kuberikan hanya berlakulah selayaknya anda koas yang mencari ilmu dan berusaha menolong pasien, tetap beretika dan sopan kepada residen, konsulen, pasien, perawat, cs, siapapun. Lelah memang tidak bisa dihindarkan, tapi itu adalah proses menghadapi kenyataan. Ketika pasien kita ada yang gawat atau bahkan meninggal di tangan kita, jangan jadikan ketakutan serta kesedihan itu berlarut-larut, karena kalau bukan kita yang menyelamatkan, siapa lagi?

Yakinlah, bahwa ilmu tidak akan sia-sia, semakin susah kamu mencari ilmu dan makin banyak tantangan yang kamu dapatkan, maka semakin kuat dan siaplah kamu dalam menghadapi dunia kedokteran yang sebenarnya. Menjadi dokter itu tidak susah, yang susah adalah mempertahankan untuk tetap setia dengan profesi dan mau belajar serta niat tulus mengobati semua orang dalam keadaan apapun, dengan balas jasa apapun.

Selamat koas, Zak.. Semoga koas mu 2 tahun ke depan lancar, dan bermakna dengan ragam cerita yang tidak akan pernah terlupa... *ciyee menyelamati diri sendiri

Bye!

Minggu, 02 April 2017

Kedatangan Mami Najwa

























"Jurnalis adalah profesi yang sangat menggiurkan saat ini, bermacam kejadian terjadi dimana-dimana, kemudahan informasi dan akses yang kini bisa dilakukan dimana saja, hal ini sangatlah menarik dan menantang demi memberikan fakta kepada masyarakat yang haus akan kebenaran"

Ini adalah pesan dari najwa sihab atau yang akrab disapa mami najwa mba Nana saat berkunjung ke Banjarmasin. Yup! Untuk pertama kalinya dia datang ke Banjarmasin memberikan seminar khusus mengenai pekerjaannya, sedih senang menjadi jurnalis, kisah pribadi hidupnya, menjadi duta membaca Indonesia, serta behind the scene program andalan dia yakni Mata Najwa.

She is such inspirational person, and smart. Dia benar-benar cerdas, dalam berbicara maupun menilai situasi, kritis, dan pemberani. Sangat jarang sekali ada wanita seperti ini di Indonesia. Ya, memang negara kita penyumbang wanita menikah terbanyak di dunia, dan banyak dari mereka menikah yang muda kemudian terkungkung dalam kurungan keluarga. Tapi mba Nana berbeda. Aku juga masih ingat, kalau dia mengatakan bahwa dia menikah pada umur 20 tahun. Muda Sekali!


Ini adalah pose nya saat mengatakan hal tersebut. Dan ini nyata. Bagaimana caranya dia tetap berjuang, as a woman, a wife and worker, yang kerjanya gak cuman bekerja biasa, tapi penuh rintangan dan gunjingan, demi membuka kebenaran serta transparansi kepada masyarakat luas.

I appreciate her a lot, and off course her husband.

Kemudian, aku mendengarkan sebuah wejangan luar biasa mengenai mahasiswa dan anak muda. Apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai anak muda yang seharusnya berani menentang apa saja, dan bersikap kritis terhadap permasalahan yang ada.

Sebuah Catatan dari Mba Nana, untuk mahasiswa:

Jika idealisme ialah kemewahan yang hanya dimiliki pemuda,
Akan diisi dengan apa periode kalian sebagai mahasiswa,
Belajar tentu keharusan yang tak boleh diabaikan, 
Namun merugilah jika belajar disempitkan semata perkuliahan,
Nikmatilah kehidupan kampus dengan terus mengasah,
Jangan habiskan waktu dengan terus berkeluh kesah,
Karena kalian adalah anak anak muda pilihan,
Yang berkesempatan menempuh dalamnya sumber ilmu pengetahuan,
Bacalah sebanyak banyaknya buku,
Jangan main gadget melulu, 
Foto-foto tentu boleh boleh saja,
Apalagi jika di sekretariat organ mahasiswa,
Kenali sebaik baiknya temanmu,
Hadapi masyarakat di sekelilingmu,
Agar kampus tak menjelma tembok yang memenjarakanmu,
Beranilah mengambil pendirian dalam banyak persoalan,
Anak muda kok sudah hobi cari aman dengan bersikap netral netral,
Piculah kemapanan dengan kepalan tangan,
Lawanlah keciutan dengan kenekatan membuat terobosan,
Jangan takut jatuh dan terantuk,
Dengan terbentur kau akan terbentuk,
Sebab Indonesia memang ditemukan dan diusahakan oleh anak anak muda,
Kalian pulalah yang mestinya memperbaharui tanah air kita.


Sebuah pesan yang penuh semangat, dan membangkitkan jiwa. Yang membuatku sadar bahwa aku bukanlah apa-apa. Mulai sekarang aku ingin menjadi pribadi yang lebih kritis, inovatif, dan produktif. Tak akan lagi kusia-siakan hidupku hanya untuk membicarakan hal yang tidak jelas dan penuh omong kosong.

Sadarlah wahai pemuda. Kita ada bukan untuk dicover kemewahan dan berbangga atas pencapaian tak bermakna.

Sadarlah, bahwa Indonesia masih butuh kita.

Salam, dari kawan yang senantiasa juga membuat perubahan!



Selfie with mba Nana!!!


Perfect



I listen to the song i like
a breath-taking song
i feel the beat and rythim
the soul and core of it

the feeling inside
sending me to paradise
for a while

sensation of music
comes over by
a fact that i found one
the meaning about something
I've never done

about a year ago
and since now on
its all about you
that always appear in mind

my eyes don't work hard
as my heart that beats so fast
and brain who cant stop think
when we have conversation

in the morning
i only remember
smell of your perfume
and smile on your face

do good and giving happines
to everyone around
with precious dream
makes you bigger than anyone

but at night
i can remember
the way you walk
because i wont forget
that we used to walk and lost in the crowd

and hey
now im leaving
over the place
your body cannot touch
your eyes cannot see

but i still see you in here
wherever i go
i remember
about you

 ya and today
we still can
listen to the same song
to music we like
beat and rythim we comfort

by this song,
we can find a meaning
of the lyric and feel
that this can be a wittness
of our promise...

∾∾∾

well thank you
for everything
you give to me
to make me realize that life is perfect
as perfect as you

Rabu, 29 Maret 2017

Get to know more about Laundry

Mempelajari tentang hal baru memang sangatlah penting, entah itu tentang hidup, atau hanya tentang kegiatan sehari-hari. Kadang kita melewatkan beberapa hal penting yang seharusnya juga kita pahami. Bahkan kadang kita mendapat kerugian gara-gara membiarkan diri kita tenggelam ketidaktahuan dan kebodohan.

Ya! Bodoh!

Jadi, hari ini aku akan memberikan sebuah informasi, yang tidak penting, tetapi kalau terkena hal gak enak gara-gara ini, hatimu bakal cekit-cekit kesakitan:(

Jadi siang ini, aku baru selesai mengambil laundry. Yang menjaga laundry itu adalah nenek tua, kalau aku rasis, mungkin akan kusebut kalau dia chinese. Tapi karena aku tidak rasis, dan semua orang sama dalam pandanganku, jadi mari jangan perdulikan.

Kisah awalnya adalah 2 hari yang lalu, dimana aku mencari tempat laundry dekat rumah temanku. Aku memang sedang berada di luar kota dan tidak bisa numpang mencuci di rumah orang, akhirnya kuputskanlah untuk melaundry semua bajuku.

Saat aku melihat papan nama tempat laundry tersebut juga awalnya aku sudah curiga. tulisannya PROFESIONAL LAUNDRY. hmm.. seberapa profesionalkah mereka?

Aku beranikan diri untuk masuk ke dalam, dan disapa hangat oleh nenek yang menjaga, aku langsung menjelaskan tujuanku, yakni ingin laundry baju dan diambil secepatnya sebelum hari kamis, karena aku harus balik ke Banjarmasin. Sambil mengeluarkan secarik kertas bertuliskan harga dan jumlah baju yang di laundry, neneknya langsung menghitung semua cucianku.

Dia menjanjikan pakaianku bisa selesai pda hari selasa, tetapi itu termasuk cuci kilat, sehingga akan ada biaya tambahan. Well karena aku memang perlu cepat, yasudahlah, monggoo.. jadi kutinggalkanlah laundryan ku disana.

Tapi sampai selesaipun aku heran kenapa baju-bajuku tidak ditimbang terlebih dahulu? positif thingking saja mungkin ibunya akan menimbang sendiri.

Aku pergi dengan meninggalkan uang 20 rb sebagai jaminan, dengan harapan mendapatkan sisa kembalian saat mengambil bajuku nanti.

Dan hari ini adalah hari yang kutunggu-tunggu karena aku bisa mengambil pakaianku. Setiba disana, aku langsung disambut oleh pakaianku yang masing-masing dikasih penggantung, bahkan celana dalamku juga.

Dengan muka bingung, aku mulai berpikiran negatif. ini ada apa ya kok pakai hanger...

Setelah menanyakan harga, si nenek pun meminta maaf ke aku karena harganya menjadi agak mahal gara-gara aku minta lebih cepat.

dengan santainya kujawab, "iya nek gpp..."

sambil dia mengeluarkan nota, dan aku melihat jumlah harga yang tertulis disana, Rp 102.000. Anjir! Ini mah bukan agak mahal lagi nek... tapi expensive! haha

Aku cuman bisa ketawa-ketawa ngakak sambil bingung, ini kenapa laundry baju udah kayak beli baju baru-_-

Mau gakmau aku harus ikhlas membayar, karena ini sudah terlanjur haha.

Setelah aku cari tau, memang itu adalah tempat laundry yang menghitung semuanya perlembar pakaian, bukan perkilo. Makanya harga pakaiaku menjadi selangit, ya 1 baju aja harganya 8 rb. Gila bener...

Yasudahlah, jadikan pengalaman saja, mungkin itu memang rezeki nenek tersebut, ya gak.

Dan tips untuk kalian, jangan lupa ya sebelum laundry, cari tahu terlebih dahulu apakah itu laundry yang kiloan atau satuan. wkkw

#30HariMenulis #Day3

Aku Benci Perpisahan

Aku benci perpisahan.

Hari ini adalah hari terakhir aku berada di kampung yang tak pernah membuatku bosan.
Yup, Kampung inggris di pare inilah yang dari dulu mengajarkanku banyak hal.
Hidup.
Perjuangan.
Mandiri.
Percaya diri.
Relasi.
Motivasi.

Semua bisa aku dapatkan di pare.
Berada di kampung ini, membuatku bisa mengupgrade diri. Aku menjadi seseorang yang baru, yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Bertemu orang-orang hebat dari seluruh Indonesia, membuatku sadar, aku hanyalah seonggok debu yang tak tau arah dan tak punya tujuan. Terjerat oleh sistem.

Banyak dari mereka yang hidup bebas, mengikuti passion dan berkelana keliling Indonesia mencari nafkah. Sesuatu yang sangat aku impikan, namun tak berani untuk kurealisasikan.

Ketika mendengar mereka bercerita, aku menyadari hal yang tidak pernah mudah untuk dilakukan, yakni berhenti dari realita, dan lari mengejar cita-cita. Aku hanya terperangah malu saat mendengar puluhan kisah mengesankan teman-temanku mengenai mimpi dan perjalanan hidup mereka.

Hidup di kota ini sangatlah menyenangkan.
Selain ketemu orang-orang baru yang kemudian menjadi sahabat dalam berbincang, aku bisa menemukan hal-hal baru dalam diriku sendiri.

Aku lebih berani dalam berpikir liar, aku punya kemauan untuk escape, pergi jauh-jauh dari kota tempat kelahiranku, tempat dimana aku bisa merasakan jutaan kenyamanan karena semua tersedia disana.

Selain itu, alasan yang paling kuat kenapa aku menyukai kota ini adalah karena kemauan belajar.
I see people from every place in Indonesia, and they gather here just to study.
Amazing, right? i can freely study in here, even talking in english everywhere without shame.

Berada disini sangat lah membangkitkan semangat hidup.
Aku, akan selalu mengenang tempat ini, dan pasti akan kembali lagi hingga jumlah yang tak bisa dihitung jari.
Selamat tinggal pare, its nice to see, and know you.

Dan..
Aku memang benci perpisahan.
Tapi perpisahan adalah cara Tuhan menjalankan roda kehidupan.
See you guys on top!
Bye!

#30HariMenulis #Day1

Living in Borneo

Borneo is the 3rd widest island in the world. Living in borneo is like live in heaven, beautiful places with natural scenery, amazing rivers with human activity, and forest with very large trees.
U can see so many animals, orangutans, proboscis monkey and rhinoceros, and u can see the flowers, 3000 orchid species is in the borneo.
Live in Borneo can make u feel alive, u will be so much grateful to be in this world.

but one day, 6 months ago.
I went into places near my city, its only 4 hours from my place.
But u know? I have to go to there by motorcycle and continue my journey by boat, because the accessibility is so hard.

And after I arrived at that place. I saw
Poverty
No public transportation
No streets
No PDAM
No entertaintment area

I saw…
People went to school by small boat, even the boat doesn’t have a machine, they only used long stick that plugged into the bottom of the river to make that boat move.
Do u think the facility of their school good? No!
They only have 1 school in that village, and 1 teacher. They don’t have books, they do not have library. But they have spirits. Spirits to learn!

IS THAT IN BORNEO?
Place that rich of abundant natural resources?
Place that rich of diversity
Place that we call heaven.

Ladies & Gents

I don’t need you go to borneo, and I don’t need you to think that borneo is left behind. But only thing I want from u is be grateful of your life. Keep spirits, whatever condition you have, because outside this place, many people are struggling for life. Thank you!

#Speech #30HariMenulis #Day2

Rabu, 18 Januari 2017

Aku Selalu Jatuh Cinta dengan Suasana Pagi

aku selalu jatuh cinta dengan suasana pagi.
udara yang segar, aktivitas yang belum terlalu ramai, kendaraan masih terparkir rapi di pekarangan, suara aliran sungai, bau-bauan semerbak dari berbagai macam jajanan, harum badan sehabis mandi, dan basah embun merintik hidupkan hasrat.

Aku ingin memeluk suasana pagi ini, jika bisa.
Ingin kuucap engkau begitu indah, hingga membuatku terpana.
Sambil kubiarkan engkau merasuki jiwa, memberikan spirit tak terkira.
Suasana pagi yang indah, tak akan pernah kulupa.


Setiap pagi, seharusnya kita bersyukur, masih bisa merasakan nikmat Tuhan yang tak terkira. Kebahagiaan yang tak bisa kita bayar dengan apa-apa. Melihat suasana penuh cinta di kota asal kita berada.

Sangat merugi orang-orang yang kembali tidur, setelah ibadah pagi, atau hanya berdiam diri di kamar tanpa jendela, menatap layar handphone, maupun layar televisi.

Suasana ini adalah obat luka, di kala kamu sedang sedih, hilang semangat. Lihatlah keluar, pagi ini banyak orang-orang luar biasa yang memulai harinya dengan hal luar biasa pula. Bukan dengan menyesali, mengurung diri, dan membiarkan rasa malas menguasai.

Selasa, 17 Januari 2017


Refleksi

Happy birthday to me..
Happy birthday to me..
Happy birthday to me..

Well 2 hari yang lalu akhirnya aku menginjakkan umur di angka 21. Tidak ada yang spesial di ulang tahun kali ini. Aku juga tidak berharap satu hal spesial pun terjadi. Sudah lebih dari cukup kebahagiaan yang kudapat setiap hari untuk mensyukuri hari ulang tahunku.

Kadang aku merefleksi apa yang sudah kulakukan selama 20 tahun ini.

Banyak hal yang terjadi.
Semakin umur bertambah, aku semakin paham bagaimana cara bersikap, bagaimana menghadapi masalah, bagaimana cara menghargai, bagaimana memahami setiap detail yang diberikan Tuhan, memahami baik dan buruk, toleransi, keberagaman, menyikapi keinginan, dan kerja keras sambil bermimpi.

Semakin umur bertambah, aku semakin sadar bahwa kita tidaklah hidup di dunia seorang diri, banyak orang-orang penuh kasih yang selalu ada di sekeliling kita, mendukung dalam suka maupun duka. Aku semakin sadar, sekuat apapun kamu untuk hidup sendiri, kamu akan tetap membutuhkan seseorang untuk bercerita, tertawa, menangis, bahkan untuk sekedar makan bersama, saling memahami sifat masing-masing dan persepsi yang berbeda.

Pemikiran yang semakin tidak terkontrol juga merasuk hari-hari ku, berbagai pemahaman di luar kebiasaan kini tengah menyadarkanku tentang banyak hal. Keluar dari zona nyaman, belajar yang tidak sekedar menghapal, agama yang bukan hanya cover semata, perilaku bebas tanpa mengindahkan hakikat.

Sering aku melihat berbagai kehebatan jutaan manusia di luar sana, kubandingkan hidupku yang tidak ada apa-apanya dengan hidup mereka. Semakin aku melihat, semakin aku merasa terbelenggu dan menyesal. 20 tahunku yang sia-sia, kapan aku akan seperti mereka?

Oh ya, dan satu lagi hal yang harus diketahui, bahwa memang benar, semakin umur bertambah, semakin kamu akan memikirkan sisa hidupmu dan bagaimana kelanjutan hidup setelah mati. Sudahkah melakukan kebaikan dengan Tuhan, dengan manusia, dan alam.

Semoga di umur yang baru ini, semuanya menjadi lebih baik, semoga..semoga..

Jumat, 18 November 2016

Dibalik layar IMO 2K16

Rina-Cici-Dewi-Merlin-Bella-Billy-Nadia-Temi-Iki-dr Rahmi-Wizard-Ranggus-Me

Tahun ini Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM / ULM) untuk pertama kalinya alhamdulillah bisa meraih medali perak di cabang cardiorespi dan medali perunggu di cabang urorepro dalam Indonesia International Medical Olympiad (IMO).

---------------------------------------------------------------------------

Ini adalah kisah dibalik kegembiraan yang bersinar di wajah kita-kita sesaat setelah pengumuman.


Rabu, 


Hari keberangkatan delegasi, masih pagi tapi muka kucel. Berfoto di bandara sejenak dengan usaha mengurangi gugupnya hari itu.

masih teringat jelas bahkan di hari keberangkatan ada saja masalah yang menghampiri, tiba2 gw mendapat telepon dari koti blok yang memberitahu bahwa nilai ujian kami terancam berada di tangan koordinator blok saat itu, terserah dia mau diluluskan atau tidak, semua ini karena kami berangkat mewakili universitas dengan meninggalkan ujian dan karena saking paniknya H- acara, kami tidak sempat menemui koordinator blok tersebut secara langsung, namun hanya menitipkan surat izin keberangkatan melalui MEU di kampus. Well, nice try dok untuk membuat hari kami semakin gugup.

Sesampainya di Jakarta, kita menuju kampus dengan menggunakan uber. Di kalimantan memang tidak ada uber, so kita katro bgt, bahkan untuk mencari tahu cara menggunakannya pun harus searching di gogle dulu wkwk. Akhirnya bisa lah kita memesan 3 uber buat menjemput di bandara. Anyway, ternyata saat bapak ubernya datang, dia tiba-tiba mendekati gw dengan jarak hanya beberapa cm, pundak gw langsung ditepuk dan dibisikin...

"Anggap kita saudara..."

Lalu hening....Gw bener2 kaget dan shock. Karena emang rada lemot, jadi gw bengong sebentar sambil mencoba mikir kenapa tiba2 gw diangkat jadi saudara sama dia, tapi ga tau kenapa otak gw ga bisa memahami :(

Gw cuman bisa diam sampai akhirnya setelah kita disuruh ke parkiran, gw langsung mengerti bahwa hal ini dilakukan agar mereka tidak ketahuan taksi bandara kalau mau ngejemput kita wkwk

Perjalanan ke UPH ternyata memerlukan waktu sekitar 45 menit naik mobil. Sebelum sampai di FK UPH, kita beli McD dulu di drive thru, ini semacam ritual wajib yang dilakukan anak2 banjarmasin kalau pergi ke luar kalimantan. Jangan harap kalian bisa menemukan McD di Bjm. Jadinya kita beli burger dengan total 600ribu lebih, kebayang kan gimana excited-nya kita sama Mcd...

Well, Sampai di FK UPH, gw melihat orang-orang sdh sangat rapi di lobi dengan buku dan tas di tangan masing-masing. Sedangkan kita?? Sudah datang telat, bawaan banyak bgt, tangan penuh kresek Mcd lagi, sungguh memalukan haha. Habis datang, kita langsung ganti baju batik dan registrasi, tidak lupa membagikan McD yang sudah dibeli, suasananya persis kayak lagi bagi sembako, bikin malu :(

Technical meeting dimulai dari sore sampai malam, dilanjutkan farewell party. Jujur saja gw lebih suka mendengarkan pidato-pidato petinggi UPH daripada perform mahasiswanya wkwk, Gila parah bgt kerennya mereka.

Selesai farewell, sekitar pukul 9 malam kita lanjut rapat di satu kamar di hotel untuk membahas strategi besoknya. Malam itu kita semua gugup dan belajar seperlunya saja, karena yang terpenting adalah istirahat dan menyiapkan mental :)

Oh iya, gw sekamar sama iki dan seseorang lagi dr univ lain, tapi malam itu dia gak dateng jadi kita bisa lebih leluasa tidur di kamar.

Kamis,

"hari ini adalah hari penentuan..."

Tiga cabang memulai dengan ujian OSPE terlebih dahulu, neuropsikiatri, musculoskeletal dan infeksi tropis. Btw gw di cabang infeksi tropis, partneran sama Bella. Ada beberapa soal OSPE yang menurut gw tidak masuk akal seperti struktur apa yg ditunjuk pada bakteri tersebut, hmm..ukuran bakterinya sudah kayak upil pak, ditambah identifikasi bagian apa? gimana mau jawabnya astaga..

Selama OSPE berlangsung gw dan bella juga sering berdebat, bete bgt dah, ada soal yg kita sudah berdebat lama, tau jawabannya dan pasti benar, eh ternyata salah tulis-_- dan kita baru sadar pas sudah di luar... But its okay, kita masih bisa ketawa.

Selesai OSPE kita masuk ke ruangan buat ngejawab MCQ. Soal yang gw jawab sungguh di luar dari apa yang sudah kita pelajari, gak habis pikir gw kenapa jadi bisa seperti itu. Alhasil, saat keluar dari ruangan, gw dan bella sudah gak bisa ketawa lagi, muka kita cuman murung dan berdoa kalau ada keajaiban besok hari nya.

Kamis malam kembali kami lewatkan dengan rapat di kamar. Berlangsung sangat menegangkan dan penuh hikmat. Muka lelah, tapi tetap harus belajar untuk persiapan besok harinya.

Setelah selesai rapat, gw dan iki balik ke kamar. Kami menemukan seorang laki-laki yang sudah tertidur di ranjang, manis sekali. Saking manisnya gw langsung mengambil posisi tidur di pojokan berjauhan dari dia haha. Ternyata gw malah ditendang iki ke tengah dan karena badan gw lemah, akhirnya gw menyerah, dengan terpaksa tidur di samping laki2 tadi, tidak lupa gw ambil bantal dan menaruh diantara badan gw dan badan dia, mencegah untuk terjadi apa2 hha

Jumat

"Pengumuman di cafe pagi itu, meruntuhkan harap"

Air mata bertitikan. Ungkapan kecewa terucap mengiringi. Ingin tersenyum namun kaku. Sampai akhirnya, ucapan syukur dari cabang Cardiorespi dan Neuropsikiatri mengalahkan rasa kecewa kami, alhamdulillah mereka melaju ke babak semifinal dengan mulus.

4 cabang yang tersisa akan mengikuti survival stage. 150 soal dijawab dengan waktu 60 menit. Babak ini murni hanya cepat-cepatan dan dinilai dari refleks menjawab soal. Hal yang sama seperti babak awal juga kembali terulang, namun soal-soal di semifinal ini lebih masuk akal dan tidak dengan komposisi yang "nyeleneh".

Selesai survival stage, laki2nya langsung pada solat jumat. Ternyata solat jumat di kawasan elit dan dominan chinese itu susah. Jauh dan mesjidnya aneh.....bahkan ada kejadian lucu

Jadi begini, selesai gw dan teman-teman berwudhu, kita menemukan hal yang aneh, di mesjid tersebut kami hanya menemukan televisi yang menyiarkan mimbar. Gw dan teman2 mulai curiga hal ini aneh banget, setelah kita cek seluruh sisi-sisi mesjid dan tidak menemukan mimbar tersebut, bentukan pola sejadahnya pun berbeda. Kita jadi berpikir yang tidak2. Apakah solat jumat ini streaming-_- Dengan melihat kondisi sekitar adalah dominan chinese kita jadi berpikir, mungkin iya ini streaming. Sampai akhirnya, kebodohan ini tidak berlangsung lama saat kami semua terus mencari dan menemukan tangga...ternyata mesjid ini ada 2 lantai! haha. Dan mimbarnya ada di lantai 2 kok, syukurlah kita gak jadi solat jumat streaming wkkw

Btw imam mesjid ini masyaAllah keren luar biasa, cara ngomong dan isi khotbahnya bagus banget, terus ngajinya bagus, dia bahkan nangis saat jadi imam. nice job, Pak. I seriously fond of u.

Setelah solat jumat, diumumkanlah tim dari survival round yang masuk ke babak semifinal, alhamdulillah kali ini kita bisa menambah satu kursi, yakni cabang Uroreproduksi. Cabang yang lainnya belum berkesempatan untuk masuk ke babak selanjutnya, bukan karena kita tidak layak maupun tidak berusaha, tetapi hanya kesempatan yang diberikan mungkin belum sampai ke kita haha

Malam setelah kekalahan, kita menghabiskan waktu dengan jalan2 untuk menghilangkan stress dan kekecewaan. Menghibur diri dibalik kesedihan yang sangat dalam. Yang jalan-jalan cuman 6 orang ditambah 1 LO kita, Thalia, cewek luar biasa yang selalu mendampingi kita tanpa mengenal lelah. 6 orang yang yang lolos tidak ikut jalan-jalan dikarenakan mereka masih tes semifinal di UPH.

Perjalanan ini terasa begitu panjang....semua gara-gara kami tersesat dan tidak tau harus menuju kemana.  Kami turun tidak di tempat yang benar, bukan di depan mall, melainkan di depan cafe yang dekat dengan mall tersebut. Alhasil kami harus berjalan terlebih dahulu dan bertanya-tanya arah pada orang sekitar.

Malam itu, semuanya terasa sangat menyenangkan. Akhirnya bisa menghibur diri dan mengalihkan perhatian Wizard yang setiap saat selalu mengeluhkan hal yang sama mengenai alasan kenapa tim dia bisa tidak lolos, padahal beda nilainya cuman 0,5. Ditambah lagi setiap kali mendengar Wizard bercerita, teman2 yang lain malah tambah down dan sedih lagi, membuat suasana makin kacau-_-

Saking kacaunya hari itu, tiba-tiba tercetuslah sebuah ide dari Bella..

"Bagaimana kalau kita membuka blog zaki? Dan kita baca dari post awal.."

fak. Ni anak ga ada angin ga ada badai tiba2 ngomong begitu. Seakan2 blog gw jadi pelampiasan hidup orang-orang menyedihkan wkwk. Akhirnya dibukalah blog gw... dan sepanjang perjalananan diari mall-pulang mereka semua hanya bisa ketawa-ketawa ngakak gak jelas melihat blog gw yaang isinya "keren pada zamannya" :)

Di hotel, ternyata sudah ada teman-teman yang menunggu dan bercerita mengenai soal semifinal tadi. Ada yang menganggap soal MCQ terlalu gampang, bahkan anak SD pun bisa menjawab soal tersebut, sampai waktu yang masih banyak tersisa hanya digunakan untuk membulati yang sudah bulat haha. Namun, OSCE yang dialami berbanding terbalik, semuanya hampir gila gara2 OSCE. Seperti Temi yang kesenangan dan ketawa-ketawa sendiri gara-gara dimarahi dokter dari UI, atau Billy yang stress sampai berdiri sendiri di pojokan dan tidak mengakui Nadia sebagai partner gara-gara dibilang penguji tidak mengerti apa-apa.

Malam itu berlangsung rusuh, sedih, senang, tawa-tawa dimana2. Ini adalah hari pertama kami bisa tertawa semenjak kedatangan kami di jakarta.

Setelah balik ke kamar, gw langsung tidur dan Iki masih belajar. Pengumuman grandfinalis masih besoknya karena itu teman-teman masih belajar untuk persiapan babak grandfinal. Pukul 3 pagi gw terbangun. Gw merasa aneh, ada yang menggosok-gosok perut gw-_- Sial gw kaget, ternyata pelakunya adalah iki yang mengigau. Duh pak, gosok perut sendiri napa sih, sia-sia perut lebar buncit begitu gak digunakan. Akhirnya gw jauhkan tangan dia dari perut gw. Ternyata dia melawan dengan menindih gw. Skakmat! I cant move. Gw benar-benar ditindih separuh badannya yang melebihi ukuran full badan gw. Pengen gw tendang. Namun, hati ini berkata lain. Bukan karena suka. Melainkan kasihan, sepertinya dia terlalu lelah belajar dan lagi besok harus bangun pagi. Akhirnya gw pasrah tidak jadi menendang atau membangunkan. biarlah besok paginya gw jadi tempe :)

Sabtu,

"Drama hari ini melebihi rumitnya cinta awkarin"

Memulai hari dengan perbedaan bus yang memisahkan kasta. Grandfinalis yang sudah diumumkan diwajibkan naik bus yang menuju kampus. Alhamdulillah semua delegasi Unlam lolos menjadi grandfinalis. Sisanya?

Naik bus ke bioskop! yuhuuu

Menyenangkan sekali ketika kita kalah, mendapatkan motivasi adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Hari ini akan diadakan kuliah 3D tentang operasi saraf di bioskop yang luar biasa besar, mencakup 500 orang. amazing!!!

Namun, selama mencari bus menuju bioskop, kita selalu keduluan orang lain. Tidak beruntung. Hal ini selalu terjadi dengan kami dari kemarin-kemarin. Menyedihkan sekali. Bahkan dalam berebut bus pun kami kalah :(

Anyway, selama disana, gw cuman bisa takjub. melihat betapa kerennya kuliah 3D ini, karena ini adalah kuliah 3D yang pertama kali di dunia. Gw mendapat motivasi yang luar biasa dari seorang professor bergelar 2 buah doktor, 1 Ph.D dan 1 gelar spesialis bedah saraf. Gw tidak bisa membayangkan bagaimana dia dapatmenghabiskan hidupnya untuk benar-benar belajar dan mengabdi. Sungguh luar biasa.

Pukul 3 Sore, dimulai lah babak medical quiz. Reflex dan berpikir cepat, serta pemahaman bahasa inggris sangat diperlukan dalam babak ini. Saat itu medical quiz terbagi menjadi 3 ruangan, jadi kita harus berbagi untuk mengisi ke3 ruangan tersebut. Gw menonton cabang neuropsikiatri dan infeksi tropis.

Babak medical quiz ternyata tidak berpihak pada teman-teman di neuropsikiatri, entah mengapa gw sebagai penonton melihat mereka kadang ragu untuk menjawab atau kesusahan dalam berdiskusi, tidak seperti team2 lain. Selain itu, ternyata keberuntungan juga mempengaruhi, karena setiap soal yang didapatkan berbeda-beda kualitasnya. Cabang neuropsikiatri Unlam saat itu akhirnya mendapatkan peringkat terakhir di medical quiz. Padahal menurut gw mereka ini sudah luar biasa pintarnya, dalam setiap babak nilai MCQ mereka selalu mendapatkan nilai tertinggi jauh melebihi team2 lain. Ya, keberuntungan kali ini memang segalanya. Kali ini kita hanya berharap dari nilai SOKA.

Setelah selesai semua team melaksanakan medquiz, kita berkumpul dan menunggu keberangkatan untuk pengumuman pemenang & farewell party di kampus pusat UPH. Fakultas Kedokteran UPH memang terpisah sendiri karena menjadi satu dengan rumah sakit.

Lama kita menunggu, sampai di kampus pusat pukul 7an. Sesampainya di sana, kita semua kaget, kagum, speechless. UPH adalah kampus yang luar biasa, selalu sukses membuat kita melongo karena kehebatannya. Entah kami yang memang kampungan atau gimana haha.

Saat itu, kami masuk melalui pintu samping. Pertama-tama, yang kami lihat saat memasuki kampus adalah dorminatori mahasiswa yang bagus sekali dan taman bagian kiri, disertai pemandangan malam yang indah dengan lampu-lampu dan gedung-gedung tinggi+modern, dilanjutkan dengan lapangan bola yang penuh rumput, di sekelilingnya terdapat tanah merah untuk olahraga lari dan jaring-jaring besi yang mengelilingi lapangan. Gw mulai membayangkan hal yang tidak2 "Gw berlari-larian di lapangan tersebut". Sambil terus membayangkan, kami melihat hal yang lebih luar biasa lagi, ada kolam renang dengan tempat gym di atasnya. wowowowow... disebelahnya terdapat lobi yang bagus banget. Keluar dari lobi, disambut dengan indahnya taman disertai pepohonan, saking indahnya menurut gw tempat ini sudah seperti disneyland haha. Di kanan taman terdapat GOR, yang dikelilingi oleh kaca. Sehingga kita bisa melihat dalam gor dari luar. Belum berhenti kekaguman kita, sampai melihat cafetaria nya, sudah seperti mall dan banyak tempat makannya :(

Farewell pun dimulai. Penampilan kita sangat lusuh, kotor, tidak layak fisik dan mental. Semuanya gugup, hening karena menanti pengumuman. Untuk makan pun kita tidak nafsu.

Hingga, Pengumuman itu pun tiba...

"Alhamdulillah, kali ini, sebagian dari kami mendapatkan kesempatan untuk melangkahkan kaki, menaiki podium diiiringi tepukan tangan dan teriakan nama universitas kebanggaan kami. Mimpi yang selalu menjadi impian, kini tidak lagi menjadi harap.."

Namun, dibalik semua kesenangan tersebut, tentulah masih terbesit kesedihan luar biasa yang menghinggapi masing2 dari kita. Menganggap keberuntungan mengambil peran penting dalam segala hal, dan mengindahkan alasan lainnya.

Well, at least i can conclude that..

"Menjadi terbaik dan menang memang segalanya, namun menjadi toleran terhadap hal-hal yang sudah diperjuangkan berjuta tingkat diatas segalanya"




Besoknya, adalah hari terakhir kami di UPH. 
Pagi itu kami melakukan fun run di melewati kawasan elit karawaci dan perumahan golf yang bagus sekali. Sejauh 5 km, kami hanya berjalan kaki. Jauh dari judul fun run. Tidak lupa kami berfoto-foto ria di depan rumah orang, walaupun yang terfoto hanya pagar karena rumahnya yang terlalu besar haha.

Selesai fun run. Kami pergi jalan-jalan ke mall sebelum balik ke banjarmasin. Barang-barang dititipkan di apartement Thalia. Pukul setengah 5 kami langsung menuju bandara. Sebelum balik, ada aja kejadian lucu yang terjadi. Karena kami menggunakan 3 buah mobil. Gw, Merlin, Temi dan Rina ada di kloter terakhir. Ketika mau berpamitan dengan Thalia, saat yang lain bersalaman, mereka juga cipika cipiki. Tiba saatnya giliran gw, tanpa ada rasa curiga apapun, gw salaman dengan Thalia. Tiba-tiba Thalia memajukan badannya sangat dekat dengan gw, mencoba untuk cipika-cipiki. Gw langsung kaget dan refleks mundur sambil mengucapkan, "Jangan..jangan..ga boleh" Gw benar-benar kaget karena itu adalah kali pertama gw akan dicipika-cipiki hahaa. Thalia mungkin memang tidak asing dengan budaya seperti ini karena pernah sekolah di singapura dan amerika. Berbeda dengan gw yang dari orok cuman di Banjarmasin hha

Akhirnya kita pulang! Sampai di Banjarmasin dengan selamat dan disambut hangat oleh teman-teman. Terima kasih banyak semuanya. IMO tahun ini akan selalu menjadi saksi perjuangan kita, awal dari segala hal dalam menjalankan proses untuk menjadi dokter yang luar biasa. Dan Setengah tahun yang sudah kita lewati, tidak akan pernah terlupakan begitu saja.

Salam dari sejawat, yang masih berjuang meraih mimpi-mimpi lainnya.


Delegates!



Dan special thanks untuk Bella, partner yang selalu menemani belajar selama 6 bulan ini. Terima kasih telah menjadi partner yang baik, tidak rewel dan tidak banyak banyak maunya wkwk, makasih juga untuk tumpangan rumahnya yang dijadikan basecamp belajar, walaupun banyak nyamuk dan banyak hantu tapi kita tetap kuat belajar sampai tengah malam haha. Makasih bel!

Senin, 14 November 2016

Yotclass: Personal Branding

Untuk pertama kali dalam kepengurusan tahun ini, Young on Top Banjarmasin akhirnya mengadakan sebuah event.  Kali ini kita mengadakan Yotclass dengan tema Personal Branding.

Sebuah tema yang bagus, karena jujur saja aku belum pernah mengenal yang namanya personal branding. Seperti layaknya anak kedokteran lain, aku tidak begitu peduli terhadap teori-teori seperti ini. Namun, ternyata akhir-akhir ini barulah kusadari betapa pentingnya mempelajari ilmu di luar teori kedokteran. Menjadi cerdas dan berwawasan luas. Belajar hal-hal yang sebenarnya kita butuhkan dalam mencari tahu jati diri siapa kita sesungguhnya sampai bisa memberikan interpretasi yang baik mengenai diri kita terhadap orang lain.

Kali ini, aku sangat tertarik belajar mengenai personal branding.

"Aku saat ini memang masih belum punya brand"

Pertanyaannya adalah, untuk apa kita harus mempunyai personal brand?
well, sebelum kita lebih jauh lagi. Mari kita bedakan terlebih dahulu, apa itu personal branding dan personal brand. So, personal branding adalah usaha yang kita lakukan untuk membrandingkan diri kita, sedangkan personal brand adalah hasil yang kita dapatkan setelah kita melakukan usaha tersebut.

Personal brand berguna sekali dalam berkehidupan, orang-orang dengan personal brand yang bagus bisa membuat dirinya selalu diingat dan dikenal. Dibalik sebuah niat untuk eksistensi, personal brand juga berguna untuk berbagai keperluan misalnya saat wawancara pekerjaan, pengenalan diri, bahkan bisa menjadi salah satu senjata yang anda bisa gunakan untuk berkompetisi dalam hal apapun.

Ternyata belajar mengenai personal branding sangatlah menyenangkan. Karena dalam proses pembelajaran tersebut, i can discover my self what i really want to be, aku ingin dikenal dengan zaki yang seperti apa. Baik atau buruk, semua ada di tangan kita. Begitu pula sedikit atau banyak jumlahnya, sekali lagi semuanya ada di tangan kita masing-masing. 

"Semuanya bergantung pada diri kita masing-masing. Bagaimana kita menciptakan brand dan konsisten"

karena....


yup! We are the CEO of our own company called: Me Inc.

Maka jangan pernah berharap orang lain untuk membuat kita lebih baik, tetapi, hanya diri kita lah yang mampu mengubah semuanya.

Balik lagi ke pembicara, ada ka nevi dan ka sauqi. Both of them are amazing and inspiring. Good looking. Good public speaking. Cerdas. Berwawasan luas. Dan perlahan-lahan sukses pun berbanding lurus dengan usaha yang mereka lakukan.

Aku sangat kagum dengan mereka. Aku memang mudah kagum ke siapa saja wkwk

Untuk YOT Banjarmasin, i really thx to them karena sudah mau bekerja sama untuk mengadakan acara ini. Aku belajar banyak dari mereka. Yang paling aku ingat, yakni aku mulai mencoba untuk memandang sesuatu berdasar keseluran, not only by detail. Since aku adalah detail-oriented, bergerak berdasarkan masalah dan keperluan. Kadang tidak melihat hal yang lebih luas.

Makasih semuanya! Sukses menyertai kita selalu.


Jumat, 11 November 2016

Never-ending Relationship: HPS Go Fight Win!

Selamat pagi, diiringi suara indah nan merdu Raisa hari ini akan kutuliskan sebuah kebersamaan luar biasa yang kudapat selama di organisasi mahasiswa kedokteran indonesia.

ISMKI
(Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Cerita ini padahal akan kutulis sebagai abdiku untuk ISMKI, memperkenalkan Apa Itu ISMKI? Tapi dilihat dari sudut pandang pengurus sehingga yang dibahas bisa saja berubah menjadi Bagaimana Bagian Dalam ISMKI?

selain itu, mungkin akan sedikit baper karena aku juga akan menuliskan tentang teman-teman di HPS sebagai terima kasih karena sudah setia menemani dan mendengarkan ocehan-ocehanku yang tidak jelas hha

Tahun lalu tepatnya tanggal 14 Januari 2015, aku menerima sebuah email yang dikirimkan oleh Sekretaris Wilayah III, Mas Rijal Maulana yang berisi surat pemberitahuan kalau aku diterima menjadi staff Health Policy Studies (HPS) di ISMKI Wilayah 3. Bagi yang tidak tahu, ISMKI itu selain ada tingkat nasional, juga ada tingkat wilayah sebagai cabang untuk lebih bisa konsen terhadap universitas-universitas, ada 4 wilayah ISMKI dan kebetulan unlam ada di wilayah 3 sehingga aku pun mencoba untuk mendaftar di di wilayah 3.

Email pemberitahuan yang kudapat itu pun kutetapkan sebagai kado ulang tahun terindah ku, ya karena besoknya (tanggal 15) aku berulang tahun. Bahkan hal ini dibuatkan jadi guyonan meme.



Seperti biasa saat-saat awal di sebuah organisasi begitu menyenangkan, hal yang pertama sekali kami lakukan adalah melakukan perkenalan per bidang. perkenalan ini bukanlah perkenalan biasa karena kita harus melakukan deep intro yang sangat panjang sekali sehingga menghabiskan sekitar 3 hari untuk semua mendapat giliran memperkenalkan diri. Malam itu, 6 laki-laki dan 4 perempuan akhirnya bergantian memperkenalkan diri diawali dengan pak sekbid kami bunda hafiq :3

Hal yang pertama mereka ingat dari aku adalah "Aku Tukang Sepik", entah apalah itu, sebenarnya aku juga tidak tau artinya sampai akhirnya diberitahu bahwa sepik berarti ngegombal. Padahal aku sama sekali tidak bisa ngegombal dan bukan tipe2 cowo yang suka ngegombal, tapi ternyata setiap tanggapanku ke cewek2 yang ada di grup tersebut dianggap gombal oleh mereka. yah terima sajalah...

Beberapa hari selang selesainya sesi perkenalan di grup bidang, akhirnya sesi perkenalan resmi di grup besar ismki wilayah 3 dimulai, aku memperkenalkan diriku seperti biasa, tidak ada yang spesial.

pembahasan mengenai first meeting kami pun dimulai, agenda pertama yakni muskerwil yang dilaksanakan di UMY Yogyakarta. Sayangnya, aku tidak bisa ikut karena IP ku hanya 2,97. Ya, kurang 0,3 untuk membuatku tidak merasa bersalah dan pergi mengikuti muskerwil sekalian berlibur ke yogja.

Muskerwil ternyata merupakan agenda yang sangat pernting untuk pengurus2 baru yang tidak pernah mengenal ismki dan orang-orang di dalamnya sebelumnya. Disana ternyata tidak hanya membahas proker ismki wil 3 tetapi juga untuk memperkenalkan diri secara langsung dan mengakrabkan diri agar bisa nyaman bekerja selama 1 tahun ke depan. Hal inilah yang kulewatkan dulu.

Melewatkan muskerwil bagiku ternyata hanyalah kesalahan kecil yang kubuat karena setidaknya aku sudah akrab dengan teman-teman di HPS, aku memang susah akrab dan beradaptasi dengan orang lain, apalagi kadang mereka berbincang menggunakan bahasa jawa yang sangatlah asing bagiku.

Balik ke HPS, proker-proker kami kebanyakan tentang kajian, bagaimana mengubah pandangan seseorang (mahasiswa, masyarakat) terhadap sesuatu masalah, bagaimana kita harus berlaku terhadap masalah tersebut dan yang paling penting adalah solusi nya. Hal-hal seperti itulah yang selalu diperdebatkan anak-anak HPS saat NM berlangsung. Walaupun kadang NM berakhir dengan berkurangnya yang ngeread, pura-pura izin karena sudah sudah mengikuti NM sebelumnya, lagi sidang berkepanjangan, ujian, tes asdos, lagi hang out acara keluarga atau umroh atau lagi di ikut exchange ke luar negeri. Ya hal seperti ini sering sekali terjadi mengingat semua keluargaku di HPS bukanlah orang yang biasa-biasa saja, mereka luar biasa!

But thanks God, kajian kita selalu jalan tiap bulan! Terima kasih juga buat univ2 di wilayah 3 yang sudah jos banget bantu menyebarkan kajian tersebut dan mengkritisi nya, tanpa kalian kajian kami bukan apa2.

Tak terasa sudah sampai setengah kepengurusan, akhirnya Rakorwil tiba. Tuan rumah rakorwil kali ini adalah UNLAM, karena kami dapat tender dari 2 tahun lalu. Di rakorwil yang dibahas banyak mengenai evaluasi dan perjalanan ke depan. Walaupun evaluasi yang dihasilkan di wilayah ternyata jauh lebih sedikit yang dibahas daripada di Nas, tapi setidaknya menghasilkan solusi lah.

Ingat rakorwil, jadi ingat kejadian hari terakhir kita harus pindah untuk simulasi sidang dan outbound di loksado, perjalanan yang bisa dibilang nekat, menggunakan 2 buah bus dengan perjalanan sore hingga malam hari ditambah lagi jalan kesana yang luar biasa susahnya, bahkan bis kami sampai jalan mundur ketika menaiki bukit. Diiringi dengan doa akhirnya sampai di Loksado pukul 11 malam dan dilanjutkan simulasi sidang pukul 12 sampai pukul 2. Bisa diperkirakan jam berapa panitia tidur? Jam 4!!! tidur di luar karena gak ada kamar dengan hujan yang sangat lebat hha bangun pagi badan basah semua.

Bulan agustus, LKMM dilaksanakan. LKMM tahun ini bisa dibilang lebih bagus konsepnya dari tahun sebelumnya, baik dari aturan-aturan yang ada dan pelaksanaannya. Tentu saja aku harus ikut acara ini, karena HPS punya peran kali ini yakni School of Kastrat. SOK merupakan bagian dari LKMM yang dilaksanakan oleh HPS. Alhamdulillah LKMM yang dilaksanakan di UII, Yogyakarta ini membuat pengurus HPS benar-benar lengkap.

Pengurus HPS saat itu memegang penuh School of Kastrat yang terdiri dari pemberian materi oleh pembicara-pembicara luar biasa, diskusi dalam grup dan juga simulasi demo. SOK memang sebentar, kita hanya diberi waktu beberapa jam, tetapi persiapan proker sungguhlah lama dan ribet. But we still rock it anyway!

Ternyata, tidak hanya persiapan SOK yang lumayan panjang, tetapi begitu juga persiapan LKMM nya, anak-anak LD (Leadership Development) bahkan sampai rela pusing dan puyeng demi LKMM ini terselenggara dengan baik. Hal yang sangat bagus dari LKMM ini adalah ISMKI dapat menjadi wadah dari berbagai delegasi setiap universitas untuk mengembangkan diri, Mereka benar-benar ditempa dan disiapkan menjadi seorang pemimpin which is its really good for them to develop theirselves and their university. Bagian yang paling kusuka dari LKMM selain SOK adalah tahap menjadi trainer dan latihan public speaking yang langsung ke sekolah-sekolah. Kebetulan saat itu aku menjadi penilai di SMA paling bagus di jogja dan sekolahnya luar biasa sekali kerennya, kalah jauh dah sama di Kalimantan haha

Selesai LKMM, semua pengurus berlibur ke Hutan Pinus Imogiri, hari itu dilaksanakan family gathering. Menyenangkan sekali bisa mengakrabkan diri dengan semuanya. Tetapi walaupun sudah setengah tahun bersama kadang aku masih tidak mengerti apa yang mostly mereka bicarakan, aku benar-benar buta bahasa jawa hha

Setelah LKMM masih ada 2 proker besar bagi kami untuk saling bertemu yakni Sekolah Pengmas dan Muswil. Aku tidak menghadiri sekolah pengmas, so i don't really now what happened there. Penutup kegiatan ini diakhiri dengan muswil yang begitu menyentuh hati dan membaperkan semua pengurus.

Muswil ini dilaksanakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tempat yang lumayan jauh jika dikunjungi dari pulau jawa, beberapa harus transit ke jakarta dulu atau turun di bandara Kalimantan Selatan kemudian naik mobil selama 5 jam, tetapi jangan lupa jalanan disini tidak seramai di Jawa, sangat sepi dan gelap, ditambah seringnya monyet yang mendadak menyeberang jalan. Kita harus eksra hati-hati.

Semua kelelahan kita selama di perjalanan terbayarkan dengan sangat menyenangkan.

Aku masih ingat, pertama kali aku mengenal ISMKI, bertemu dengan orang-orang hebat yang memperjuangkan berbagai hal, mulai dari masalah kesehatan, kebijakan pemerintah, proses pendidikan kedokteran, dan berbagai hal lainnya. ISMKI merupakan organisasi yang selalu kukagumi dan akan selalu. ISMKI mengenalkanku terhadap banyak hal dan memberikan berjuta pengalaman yang tak bisa tergantikan.

Kini aku sudah tidak menjadi pengurus ISMKI lagi, tetapi semangat yang telah diwariskan ini tidak akan pernah mati, sama halnya dengan jargon kebanggaan wilayah III.

 ISMKI! Go Fight Win!

















Kamis, 10 November 2016

WHAT HAVE YOU DONE TODAY CHALLENGE!!

well, setelah insyaAllah sukses dengan 365-friends challenge yang dulu pernah gue bahas, kali ini, I have new challenge guys!!

nama challenge ini adalah....

"What Have You Done Today?"

So, ini adalah challenge yang lagi-lagi bikinan gue sendiri. Challenge ini dibuat untuk dilakukan minimal 2 orang dan berkelanjutan sampai waktu yang sudah disepakati. Tujuan utamanya dibuat adalah untuk meraih mimpi.

Yup! Meraih Mimpi!

Dua orang tadi hanya perlu menuliskan mimpi-mimpi mereka yang bisa direalisasikan ke sebuah kertas dan memasukan ke dalam amplop. Amplop tersebut kemudian ditukarkan dan jangan lupa untuk dibacakan terlebih dahulu isi amplopnya. Setelah masing-masing mengetahui apa yang akan kita capai dalam waktu yang sudah ditentukan tadi, misalnya 3 bulan atau 6 bulan, maka challenge ini bisa dimulai. 

Hanya hal simpel yang dilakukan, yakni menanyakan "What Have You Done Today?" kepada partner kita tadi setiap kali bertemu. Mau tidak mau, dia harus menjawab dengan lantang apa yang sudah dia lakukan hari ini untuk meraih mimpi-mimpi yang sudah dituliskan di kertas yang kita simpan.

I know this game will so bored, hanya jika kita melakukannya dengan orang yang tidak tepat. So, pilihlah partner yang benar-benar fun dan mempunyai nilai ambisius tinggi untuk meraih mimpi bersama-sama. Dan lebih diutamakan orang-orang yang mudah ditemui dalam keseharian, misalnya dalam 1 minggu bisa bertemu 2-3 kali. 

Oh iya! Gue menyarankan kepada kalian, tuliskanlah mimpi-mimpi yang ingin sekali kalian capai, tetapi harus di luar kegiatan wajib ya, jangan menuliskan lulus sidang kti atau apalah yang wajib. Namun, tuliskanlah mimpi-mimpi kalian yang jauh dari zona nyaman, karena dengan berada di luar zona nyaman, saat itulah kita akan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

nah, selamat menikmati challenge ini ya! semoga bermanfaat dan bisa menemani hari-hari kalian untuk meraih mimpi!